Neraca Saldo dan Kesalahan dalam menyusunnya
Dalam siklus akuntansi anda sudah memahami bahwa sebelum menciptakan laporan keuangan, saya dan anda butuh mempunyai Neraca Saldo (Trial Balance) yang seimbang dan benar. Setelah sekian tidak sedikit transaksi diposting tergolong jurnal penyesuaian pada akhir bulan, maka Neraca Saldo penting untuk kita cek ulang. Sekalipun Balance antara total kolom debit dan kolom kredit, tidak serta merta Neraca Saldo tersebut sudah benar dan siap menjadi laporan finansial yang handal.
Kesalahan Yang Umumnya Terjadi Hingga Neraca Saldo Tak Seimbang
- Kesalahan Dalam Menjurnal
- Salah Mendebit Kreditkan Akun
- Salah Memasukan Saldo
- Salah Dalam Memperhitungkan Saldo
Langkah yang Dilakukan Jika Neraca Saldo Tidak Seimbang
Setelah terjadi neraca sisa tidak seimbang, maka Anda dapat menyelesaikannya dengan sejumlah langkah-langkah berikut ini:- Jika terjadi kesalahan ialah jumlahnya satuan contoh Rp50.000, Rp500.000, atau Rp5.000.000, maka Anda mesti menghitung dan mengecek berpulang kepada bagian debit kredit.
- Jika terjadi kekeliruan pada unsur debit atau kredit, maka carilah selisih antara debit kemudian dipecah menjadi dua, periksa pada neraca sisa dan temukan transaksi yang sama dengan separuh dari selisih hasil untuk dua tadi.
- Jika nilai saldo dapat dibagi menjadi sembilan, maka kerjakan pengecekan pada neraca sisa apakah terdapat salah dalam penulisan pada buku besar. Kesalahan yang sering didatangi biasanya ialah penulisan Rp117.000 ditulis Rp171.000.
- Yang terkahir andai selisih tidak dapat dibagi sembilan atau dipecah dua, maka periksa kembali pada buku besar dan bukti transaksi apakah terdapat salah penulisan atau tidak.
Langkah Pencegahan Agar Neraca Saldo Seimbang
Sebelum terjadi neraca sisa yang tidak balance, ada sejumlah langkah pencegahan yang dapat Anda kerjakan sebelumnya yakni dengan sejumlah cara di bawah ini:- Melakukan analisa yang lebih teliti terhadap elemen-elemen yang dominan dalam proses transaksi contoh aktiva, utang, biaya, pendapatan, dan modal.
- Melakukan analisis terhadap elemen-elemen yang bersangkutan, apakah transaksi tersebut dapat menambah atau meminimalisir pada unsur tersebut.
- Melakukan analisis pada unsur debit dan kredit yang telah dilakukan, apakah ada ekstra elemen tertentu yang mesti di masukan pada sisi debit ataupun kredit.
- Melakukan perbandingan antara angka-angka yang telah di-posting dengan angka-angka pada bukti pembayaran, rekening, dan sejenisnya.
- Menguji ulang semua kemiripan antara unsur debit dan kredit dengan keseluruhan daftar yang terdapat pada jurnal.
- Menuliskan secara urut cocok dengan nomor rekening.
- Menuliskan secara urut menurut tanggal terjadinya transaksi terjadi.
- Melakukan periksa pada penulisan angka terutama pada tanda titik dan koma.
Ditulis oleh Guest Author
Keysoft Contributor
Berpengalaman dalam industri teknologi dan ERP, mendedikasikan tulisan untuk kemajuan bisnis di Indonesia.
Jangan Biarkan Bisnis Anda Tertinggal
Konsultasikan kebutuhan ERP Anda dengan tim ahli kami dan dapatkan blueprint implementasi gratis.
Hubungi Kami Sekarang